LOADING

Type to search

Share

Setiap nama domain di internet memiliki sebuah alamat. Biasanya, nama domain web memiliki hubungan dengan lembaga atau organisasi pemilik domain, misalnya https://www.google.com milik perusahaan raksasa Google.

Selain itu, mungkin kamu sering melihat sub nama domain dari halaman web di address bar. Contohnya https://www.blog.google.com/

  • Protokol yang digunakan: https
  • Nama komputer host: www
  • Nama domain level kedua: blog
  • Nama domain level pertama: com (perusahaan)

Nama Domain Internetnama domain

Nama domain internet terdiri dua kategori domain yang berbeda, yaitu General Top Level Domain (gTDL) dan Country-Code Top Level Domain (ccTLD). General Top Level Domains adalah nama domain gTLD yang berakhiran .com .net .org .edu .mil atau jenis domain .gov sering juga disebut top level domain atau domain ini tidak ada hubungannya dengan negara, sehingga semua orang bisa mendapatkan.

  • .com adalah top level domain yang ditujukan untuk pengguna komersial
  • .edu adalah domain yang ditujukan untuk pengguna pendidikan
  • .gov adalah domain untuk pemerintah
  • .mil adalah domain untuk pengguna angkatan bersenjata
  • .org adalah domain untuk organisasi atau lembaga nonprofit

Top Level Domain (TLD) membantu kita mengidentifikasi unsur-unsur tertentu dari suatu website, seperti jenis usaha, negara asal, apakah suatu situs merupakan milik pemerintah, website sekolah, dan masih banyak lagi.

Saat ini penggunaan TLD diatur sangat ketat. Namun, pada tahun 2010 ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) mulai mengendurkan aturan yang relevan dengan General Top Level Domain atau merek dagang dari sebuah perusahaan.

Domain gTLD tidak gratis. Walaupun berbayar, TLD memiliki banyak keuntungan jika kamu menggunakannya. Kalau dicontohkan nama domain gratis yaitu blogger dengan akhiran *.blogspot.com atau wordpress dengan akhiran *.wordpress.com.

Ada lima keuntungan menggunakan domain TLD yaitu; alamat domain lebih pendek, lebih mudah diingat, terlihat profesional, lebih dipercaya, dan mudah diindex Google.

Misal, tadinya nama domain kamu dodolgoreng.blogspot.com (26 karakter) kemudian kamu ganti ke dotcom jadi dodolgoreng.com (hemat 11 karakter). Jadi lebih pendek dan mudah diingat. Untuk beri tahuan ke orang lain juga lebih mudah.

Keunggulan lainnya, domain TLD memperlihatkan sisi profesionalitas (branding) dari sebuah website. Karena tidak sedikit orang yang masih kurang percaya ketika mereka dapat informasi dari situs yang berekstensi blogspot.com atau wordpress.com.

Keunggulan yang tidak kalah penting adalah situs terindex di Google. Karena tidak semua domain yang terdaftar itu bisa tampil di Google. Sebuah domain memiliki authority sendiri.

Nama Domain Negara

Country-Code Top Level Domain (ccTLD) merupakan domain yang terkait dengan dua huruf ekstensi dan sering juga disebut second level domain, seperti .id (Indonesia), .au (Australia), .jp(Jepang) dan lain lain. Domain ini dioperasikan dan terdaftar di masing-masing negara.

Contohnya, nama domain negara di Indonesia berakhiran .co.id, .ac.id, .go.id, .mil.id, .or.id, dan pada terakhir ini ditambahkan dengan .war.net.id, .mil.id, dan web.id. Penggunaan dari masing masing akhiran tersebut berbeda, tergantung pengguna dan penggunaannya, antara lain :

  • .co.id untuk perusahaan yang memiliki badan hukum sah.
  • .ac.id untuk akademi atau lembaga pendidikan.
  • .go.id khusus untuk lembaga pemerintahan NKRI.
  • .mil.id khusus untuk lembaga militer Republik Indonesia.
  • .or.id untuk segala macam organisasi yang tidak termasuk dalam kategori .ac.id, .co.id, .go.id, .mil.id
  • .war.net.id untuk industri warung internet di Indonesia
  • .sch.id khusus untuk akademi atau lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan seperti SD, SMP,atau SMA
  • .web.id ditujukan bagi perusahaan, organisasi ataupun perseorangan yang melakukan kegiatan di world wide web/www.nama domain sebuah web

Terkait domain ID, Kebanyakan orang memilih ekstensi .ID mungkin karena bentuk cintanya terhadap Indonesia. Namun selain itu, ada banyak keuntungan domain ID yang tidak diketahui banyak orang.

Pertama, kredibilitas tinggi. Sebab proses pembuatannya membutuhkan dokumen resmi seperti KTP dan dokumen lainnya. Sehingga website dengan ekstensi domain ID lebih terpercaya.

Kedua, memperoleh ranking tinggi di Search Engine. Jika kamu mengincar traffic di negara Indonesia saja, maka penggunaan domain ID bisa menjadi elemen pendukung yang cukup berperan. Dalam memperoleh rangking tinggi di mesin pencari yang menjadi tujuan utama bagi setiap pemilik website.

Ketiga, pengaksesan yang lebih cepat. Faktanya, Domain Name Server (DNS) berasal dari Indonesia, maka otomatis akses website menjadi lebih cepat. Itulah mengapa menggunakan domain ID bisa meningkatkan kecepatan akses pada website.

Keempat, tersedia banyak kuota. Jika kamu yang kesulitan membuat nama domain unik dengan ekstensi .COM, lebih baik gunakan domain ID saja!

Kenapa? Karena pemilik situs yang memakai ekstensi .COM sudah sangat banyak Nama domain yang dipakai untuk ekstensi .COM jadi terbatas.

Kelima, lebih aman dan nyaman digunakan oleh pengguna. Apabila ada oknum nama domain melanggar ketentuan hukum yang ada di Indonesia, PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) akan menghapus nama domain bila dinyatakan bersalah setelah melalui proses hukum oleh pengadilan.

Jadi, hal tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kode etik dalam berinternet. Baik dari segi pemilik, pengguna dan dalam hal tata kelolanya.

Cek Kepemilikan Nama Domain di Internet

nama domain

Tahukah kamu!, nama domain merupakan salah satu cara mengetahui siapa pemilik suatu domain website. Karena domain layaknya alamat dari sebuah rumah yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang.

Cara paling populer cek pemilik domain ialah menggunakan aplikasi Whois. Aplikasi Whois adalah sebuah fasilitas cek nama domain untuk mengetahui informasi kepemilikan domain website.

Aplikasi Whois bisa memberikan informasi tentang nama pendaftar, alamat pendaftar, kontak pendaftar, provider di mana pengguna mendaftarkan domain tersebut, IP address server, DNS, kapan domain didaftarkan, kapan domain expired, serta data lainnya.

Ada lagi yang bisa kamu ketahui dari pemilik domain tersebut, yaitu nomor telepon dan alamat rumah. Namun tidak menghilangkan kemungkinan jika data yang didaftarkan pemilik domain adalah data fiktif.

Ada pertanyaan apakah semua domain website bisa dicek? Tidak semua penyedia domain mempublikasikan informasi tentang pemilik domain karena alasan privasi. Sehingga, data kepemilikan domain tidak terbaca oleh website penyedia layanan Whois. Namun, meskipun privasi, untuk pendaftaran domain, pengguna tetap harus memasukkan data diri untuk registrasi.

Contoh cek pemilik domain menggunakan fasilitas Whois, adapun langkah-langkah sebagai berikut; Pertama, buka website whois.domaintools.com. Lalu masukan alamat web atau domain yang ingin dilihat data beserta nama pemilik domainnya. Kemudian klik submit. Maka data terkait alamat domain website tersebut pun akan muncul.

Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa nama domain adalah identitas berupa alamat tetap sebuah situs di dunia internet. Dengan sebuah identitas domain bisa digunakan untuk menemukan suatu situs di internet. Kemudian terdapat dua kategori nama domain internet, yaitu General Top Level Domain (gTDL) dan Country-Code Top Level Domain (ccTLD). Sedangkan untuk cara mengetahui kepemilikan sebuah domain website, kamu bisa manfaatkan melalui fasilitas Whois.

Tags: