LOADING

Type to search

DHCP Server: Pengertian dan Penerapannya

Share

Apa itu DHCP Server ? Pada era digital saat ini ada begitu banyak macam pengertian teknologi salah satunya yakni Web Hosting dengan beberapa komponen. Komponen tersebut tentu ada di dalamnya. Web Hosting sendiri memiliki arti umum sebagai layanan online untuk penyewaan ruang secara online.

Seperti halnya meng-onlinekan web atau website pun pula sebagai wadah tampungan guna data-data yang diperlukan oleh website. Data disini bisa beraneka ragam macamnya seperti halnya file, gambar, aplikasi, email, program, script, database, dan lain sebagainya yang mudah diakses oleh internet.

Pembahasan utama pada artikel kali ini yakni mengenal lebih dalam tentang DHCP Server yang merupakan salah satu komponen dari Web Hosting sendiri. Berikut beberapa ulasan mengenai kinerja kecanggihan teknologi dengan nama lain Protocol Konfigurasi Hos Dinamik ini.

Pengertian DHCP Server

DHCP atau lebih biasa dikenal dengan sebutan Dynamic Host Configuration Protocol adalah salah satu komponen pembagian kecil dari Web Hosting tersendiri. Protokol DHCP ini berbentuk layanan server atau bisa juga disebut arsitecture client yang mempunyai bentuk system secara otomatis memberikan dan memudahkan pengalokasian nomer IP kepada computer yang memintanya dalam lini satu jaringan.

Dengan adanya DHCP ini dipasang pada jaringantertentu, jaringan local misalnya, maka seluruh computer yang tersambung dengannya akan memperoleh alamat IP dari pihak server DHCP tersebut secara otomatis. Disisi lain bukan hanya alamat IP, melainkan banyak jaringan sejenis parameter yang bisa diberikan pula seperti halnya DNS Server ataupun gateaway default.

Setelah mengetahui beberapa pengertian mengenai DHCP, maka pun jelas pula fungsi dari barang satu ini. Yakni DHCP memberikan OP address pinjaman pada host yang ada. Nah, posisi host yang menerima disini biasaya disebut DHCP Client. Konklusinya dimana ada client maka akan bermuara pada salah satu server pada mulanya.

Cara Kerja Dalam Suatu Jaringan

Ada 4 tahapan utama yang perlu dilakukan pada proses peminjaman IP selaku server kepada DHCP Client. Berikut penjelasannya.

1. Tahap Least Request

Bisa dibilang tahapan paling dasar dengan jabaran permintaan minimal client DHCP. Pada tahapan kali ini adalah tahap si client meminta IP address. Akan tetapi sebelum si client terhubung dengan jaringan yang ada maka hal yang dilakukan adalah mengecek apakah pada jaringan ada server DHCP yang bekerja atau tidak. Apabila ditemukan maka kerjasama permintaan minimal client ini akan berlanjut begitu pula sebaliknya.

2. Tahap IP Least Offer

Server ini menerima kiriman broadcast dari client yang baru terhubung dalam jaringan tadi. Pada tahapan tersebut, server ini akan memberikan penawar IP address kepada client baru sesuai dengan permintaan respon yang ada.

3. Tahap IP Lease Selection

Sesudah penawaran oleh pihak DHCP server kepada client, maka pada tahapan ini si client dengan request permintaan sebelumnya akan menyetujui penawaran .

Selanjutnya adalah client kembali mengirimkan pesan kepada DHCP server selaku pemilik jaringan utama untuk meminjamkan salah satu IP address dalam DHCP- pool yang dimiliki. Pengertian dari DHCP – pool sendiri adalah rangkaian range IP address yang bisa dipergunakan oleh semua host dengan catatan host tersebut terhubung dengannya.

4. Tahap Least Acknowledge

Di tahapan terakhir kali ini DHCP kembali akan merespon pesan permintan yang dikirim oleh client guna untuk mengirimkan paket acknowledge. Pada paket terdapat beberapa komponen yang dibutuhkan oleh pihik client yan bersangkutan. Didalamnya berisi beberapa informasi dan IP address selaku pemilik utama.

Selanjutnya setelah mengirim paket acknowledge-nya kepada client baru, selanjutnya server ini kembali memperbaharui database yang mereka miliki guna memenuhi permintaan client-client lain selanjutnya.

Tidak hanya pihak utama saja yang melakukan pembaruan, setelah memperoleh pinjaman IP address client pun bekerja pada tahapan ini dengan cara menginisialisasikan nomer IP address baru tadi dengan cara me-binding atau mengikatnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar pihak client mulai bisa melakukan aktivitas dan mengoperasikan pada pihaknya dan pada jaringan tersebut.

Cara termudah untuk para pemula mengetahui dan memahami garis besar penjelasan ditas adalah bisa kita perhatikan saat computer client dihubungkan pada jaringan, maka secara otomatis computer akan mentransfer sesuai request yang ada.

Empat tahapan diatas merupakan beberapa cara kinerja dengan client secara rinci dari tahapan ter sederhana hingga thapan paling akhir yakni persetujuan anatara kedua belah pihak untung saling bekerjasama dan menguntungkan.

Informasi Lanjutan DHCP Server

Server ini akan menjawab juga memberikan informasi mengenai IP address didalamnya kepada client yang melakukan request seblumnya. Request bisa termasuk gateaway, dns, subnetmask, dan sebagainya.

Pada masa peminjaman IP address oleh DHCP server kepada client maka secara otomatis akan menandai dan mencoret IPaddress yang dipinjam client terebut dari daftar pool yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu prosedur penanda bahwasannya salah satu IP address tersebut dalam masa peminjaman oleh client.

Hasil gambar untuk DHCP Server

Namun perlu diambil catatan bahwasanya apabila di dalam daftar ini tidak ada IP pool atau IP address tersisa, maka client pun tidak akan mendapatkan respon nomor IP, demikian pula dari pihak si client tidak punya hak akses untuk terhubung pada jaringan tersebut.

Peminjaman IP address ini biasanya memiliki jangka waktu peminjaman tertentu, tentunya sesuai kesepakatan pihak DHCP server dari bagian administrator dan client yang merequest pula. Apabila perjanjian kesepakatan periode telah selesai maka otomatis IP address kembali pada pihak utama.

Apabila client DHCP ini melakukan request ulang maka peminjaman jangka waktu periode bisa kembali dilanjutkan, akan tetapi apabilapihak client tidak meminta request ulang maka IP address akan punya hak milik kembali dan berhak meminjamkan IP address dalam list DHCP-pool kepada client baru lain yang membutuhkannya.

Cara Setting DHCP server Pada Router Mikrotik

  1. Pilih antarmuka untuk mengaktifkan DHCP dan menjalankan server
  2. Pilih jaringan untuk alamat DHCP
  3. Pilih gateway untuk jaringan yang akan diberikan
  4. Pilih kumpulan alamat IP yang diberikan oleh server DHCP
  5. Pilih DNS Server
  6. Terakhir pilih waktu sewa

Kelebihan dan Kekurangan

Setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan pada tiap esensinya. Begitu pula dengan DHCP server ini. Berikut beberapa Kelebihan serta kekurangan DHCP server ini:

Kelebihan Kekurangan
Mencegah terjadinya Konflik IP address Seglaa macam kegiatan bergantung pada kinerja server, apabila server mengalami mati jaringan maka seluruh client ikut terdampak hal tersebut.
Menghemat waktu dalam pemberian kesepakatan IP
Mempermudah transfer data baik dari pihak server ataupun DHCP client
Menyediakan banyak IP address berbentuk dinamis dan berkonfigurasi

Hasil gambar untuk DHCP Server

Demikian penjelasan mengenai DHCP server dengan beberapa komponen yang ada didalamnya beserta tahapan procedural yang wajib ada. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Tags:
Previous Article
Next Article

Next Up